Kamis, 15 Agustus 2013

Jangan terobos lampu merah

just share
SEBUAH RENUNGAN :

Polisi memberhentikan sebuah mobil yang menerobos lampu merah.Jordi, sang pengemudi menepikan mobilnya. Ketika dilihatnya sang Polisi adalah sahabatnya semasa sekolah, Bobi namanya, dia terhenyak senang. 
"Hai Bob, senang ketemu kamu lagi" sapa Jordi, 
"Hallo Jordi," jawab Bobi.
"Sepertinya saya kena tilang ni? sorry sob, saya sedang buru2, istri dan anakku menunggu di rumah" jawab Jordi.
"Aku mengerti, tapi aku melihatmu menerobos lampu merah, tolong keluarkan SIM-mu" jawab Bobi.
Dg ketus Jordi menyerahkan SIM dan menutup kaca jendela sambil bersungut kecewa. 10 menit kemudian Bobi mengetuk kaca, dan menyerahkan Surat. Bobi pun pergi tanpa berkata2. Dengan kecewa Jordi melihat Surat tilang tersebut, tapi Jordi heran. Bukan surat tilang yang dia terima, tapi sebuah kertas yang dilipat dan SIM nya dikembalikan. Penasaran, Jordi membuka kertas yang diberikan dan membacanya.... "Jordi sahabatku, anak perempuanku satu2nya meninggal tertabrak pengemudi yang ngebut menerobos lampu merah. Pengemudi itu dihukum selama 3 bulan. Begitu bebas ia bisa bertemu dan memeluk anak dan istrinya di rumah, sedangkan anak kami satu2nya sudah tiada. sering kali kami mencoba memaafkan pengemudi itu, begitu juga kali ini! Dan kami selalu berharap Tuhan berkenan memberi kami seorang anak lagi, meski sulit, mengingat istriku memiliki fisik yang lemah. Maafkan aku Jordi. Do'akan permohonan kami terkabul. Berhati-hatilah. (Sahabatmu,Bobi)."... Jordi terdiam tanpa kata. Mari jalani hidup dengan hati-hati, demi keselamatan kita dan pengguna jalan lainya! Orang bijak berhati-hati dan menjauhi kejahatan.